Tentang Menjadi 30 dan Baik-Baik Saja

Get better, not bitter. Begitu pesan yang selalu disampaikan guru-guru yang mampir di kehidupanmu. Lalu, bagaimana cara menjadi lebih baik, ketika kau adalah perempuan di usia 30 dengan pikiran yang terlalu liar di kepala?

Saya resmi berusia 30 tahun empat bulan lalu. Sepuluh tahun lalu, saya membayangkan perempuan 30 ibarat kakak saya. Bekerja delapan jam sehari dengan seragam kantor meninggalkan suami dan anaknya. Tapi, kami punya mimpi yang berbeda. Di usia 30, saya berada di Melbourne, akhirnya berhasil kembali ke sekolah setelah tahunan perjuangan dan saya makan malam dengan teman-teman saya. Lalu seorang teman memberikan kartu : this is the year they start taking you seriously. Oh, dan satu pesan lagi : you’re more badass than this yang merujuk pada gambar seorang nenek memegang senjata.

Saya 30 tahun dengan pengalaman kerja tujuh tahun. Saya pikir saya jatuh cinta pada jurnalisme, tapi toh saya meninggalkan pekerjaan yang jadi mimpi saya sejak kecil di tahun kelima bekerja. Lalu, saya hinggap di dua tempat lain, sebuah organisasi non-pemerintah internasional dan lembaga riset. Semua punya dinamikanya tersendiri tetapi saya merasa tak mampu bergerak seirama dengan dinamika itu. Jadi, kalau dipikir-pikir sekolah lagi adalah eskapisme, ada benarnya juga. Walaupun setelah sekolah, saya selalu ingin kembali bekerja saja. Ah, manusia.

30 tahun dan sendirian di negeri asing adalah perjuangan yang lain. Saya independen dan individualis. Setidaknya saya selalu berpikir demikian. Hingga bulan pertama saya tiba di Melbourne, saya tiba-tiba merasa begitu sendirian. Saya menelepon rumah dan menangis sesenggukkan. Ayah dan ibu saya tertawa-tawa. Saya tidak menangis ketika ditempatkan di Makassar atau ketika saya harus bekerja ketika Natal. Selama 10 tahun jauh dari rumah, saya tidak pernah menelepon dan menangis. Hmm, lebih tepatnya saya hampir tidak pernah menelepon ke rumah. Kali ini saya menangis, dalam, panjang, dan bersuara.

Terkadang hal-hal sepele bisa mengganggumu. Kadang kau bingung kenapa tidak ada seorangpun yang bisa kau ajak bicara soal musik yang kau suka, buku yang kau baca, film yang membuatmu tak mampu berkata-kata berhari-hari. Kadang kau bingung mengapa orang selalu suka hidup dalam gerombolan sementara petualangan paling mendebarkan datang ketika kau sendirian. Kadang kau bingung mengapa orang lebih suka menatap layar telepon genggam ketimbang mata lawan bicara. Kadang kau bingung kenapa manusia masih menonton televisi. Kadang kau bingung mengapa orang selalu ingin tahu kehidupan pribadimu. Kadang kau bingung mengapa imajinasi tanpa batas selalu dimaknai sebagai absurditas. Tapi, lebih sering kau menyadari bahwa menemukan seorang teman dengan siapa kau berenang-renang di frekuensi yang sama, adalah mustahil.

Menjadi 30 tahun di negeri asing adalah pelajaran paling berharga. Dengan semua kebebasan yang saya punya dan ketidakpedulian pada apa kata orang, saya bisa melakukan apa saja. Saya membuat kesalahan. Saya memperbaikinya. Saya menemukan teman untuk bicara musik dan film. Saya menemukan teman untuk kisah-kisah lainnya. Saya menyadari tidak ada satu sosok yang bisa memenuhi semua keinginan saya. Sama halnya, saya tidak mampu menjadi satu sosok yang lengkap untuk memenuhi semua keinginan orang lain.

Menjadi 30 tahun di negeri asing adalah pelajaran bahwa semua kehidupan di belakang saya mampu membuat saya menjadi pahit. Tapi, saya tidak memilih menjadi pahit. Oh ya, imajinasi saya masih tanpa batas, pikiran saya masih liar, saya masih impulsif, saya masih iri pada burung-burung, saya masih suka nyinyir. Tapi, saya baik-baik saja.

 

NB : Foto diambil di sini ketika berjalan-jalan di kota. Seperti kata Nirvana, Nevermind. Yeah, never mind. Tidak usah terlalu khawatir. Hidup cuma mampir …….. (silakan diisi sendiri).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s