Namanya, Hari Ini

Kemarin dia kalah dari dirinya. Kemarin dia kalah dari amarah yang menggulungnya bulat-bulat. Kemarin dia kalah dari rasa rendah diri dan keinginan berhenti mencoba. Kemarin dia kalah dari godaan menjadi biasa-biasa saja, membiarkan waktu berlalu melampaui dirinya. Kemarin dia lupa, mengapa berjuang masih ada artinya. Kemarin dia membiarkan orang lain mengatur emosinya. Kemarin dia kehilangan kontrol atas hidupnya. Kemarin dia putus asa. Kemarin dia mengulang kesalahan yang sama. Kemarin dia meyakini kata Sartre, hell is other people. Kemarin terasa begitu dekat juga jauh.

Tapi dia percaya selalu datang hari ini. Hari ini untuk menyusun kembali dirinya, bagian demi bagian. Hari ini untuk membangun piramidanya. Hari ini yang selalu membawa gairah baru. Tapi, kau tahu? Tak ada hal baru di bawah langit yang sama. Hari ini pun bisa berakhir seperti kemarin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s