Dunia dalam Kamar Irving Penn

14 Juli 2012.

Pagi sudah tiba di Malmö dan saya kekurangan kafein. Musim panas nan berangin berpadu dengan lutut yang kaku setelah perjalanan dalam bis seharusnya menjadi alasan utama untuk merebahkan badan. Tapi, tidur bukan opsi dalam sebuah petualangan. Don’t sleep your life away, kata para guru.

Malmö, kota terbesar di Wilayah Skania –kumpulan daerah-daerah di bagian Selatan Semenanjung Skandinavia-, ditabalkan sebagai kota industri paling awal di Swedia. Malmö juga persinggahan bagi mereka yang bertolak dari Swedia menuju Denmark, maupun sebaliknya, karena adanya jembatan Öresund.

Perjalanan saya ke Malmö pun tak lain bagian dari persinggahan itu. Dalam lawatan yang singkat – hanya sekitar 10 jam – saya menuju Moderna Museet, satu museum yang paling memikat hati. Ini satu-satunya kunjungan museum di mana saya harus membayar karena pada kunjungan lain saya bebas masuk sebagai pelajar. Jangan pernah mengkonversi biaya yang dikeluarkan di negara-negara Skandinavia ke dalam Rupiah kalau tidak ingin sakit hati. Oh ya, biaya masuk museum sebesar 50 Krona Swedia (sekitar Rp 77.000). Saya membayar dengan kartu debit Mandiri karena tidak menukar uang sama sekali di Swedia.

Terberkatilah saya karena Moderna Museet tengah menggelar pameran foto-foto Irving Penn sejak 16 Juni hingga 2 September dengan tajuk Diverse Worlds. Tidak lahir dan besar dengan disiplin fotografi, saya hanya mendengar nama Irving Penn samar-samar sebagai fotografer majalah Vogue.

Pameran ini dikuratori oleh Andreas Nilsson dan John Peter Nilsson yang mengumpulkan karya-karya terbaik Penn selama lebih dari 50 tahun. Penn mengeksplorasi seri foto portrait, mode, dan still lifes yang khas menampilkan kejelasan dan ketepatan setiap detail subjek yang dia foto.

Penn juga acap berpergian. Dalam setiap perjalanan ke banyak tempat-tempat asing, Penn dibantu dua asistennya membuat studio darurat. Studio berjalan itu berupa tenda sederhana yang dirancang agak terbuka untuk membiarkan cahaya Utara masuk untuk menciptakan kondisi yang diinginkan. Studio ini bagi Penn ibarat jembatan antarbudaya yang mampu melampau hambatan komunikasi. Salah satu karyanya yang lahir dari studio ini adalah Father, Son, and Grandfather (1970/1990), yang menggambarkan tiga generasi pria dari Papua Nugini.

Pertemuannya dengan budaya-budaya yang berbeda itu dia dokumentasikan dalam sebuah buku berjudul Worlds in a Small Room. Dia mengidentifikasikan dirinya as an ambulant studio photographer dalam memotret orang-orang yang dia temui dalam perjalanannya.

Mata lensa Penn mungkin setajam mata batinnya. Saya berdiri takjub di hadapan kumpulan foto portrait-nya. Penn banyak memotret tokoh-tokoh budaya semacam pengarang Anaïs Nin, sutradara Ingmar Bergman, hingga jemari musisi jazz Miles Davis. Penn tertarik pada potret yang secara jelas menggambarkan profil psikologis tiap tokoh yang dia potret. Foto potretnya begitu intim, personal, dan kuat.

Bagi Penn, kamera adalah kepanjangan tubuh dan otaknya. Foto-foto di buku Worlds in a Small Room diambil menggunakan kamera Rolleiflex, kamera pertama yang dia beli jauh sebelum dia berpikir menjadi fotografer. Kamera itu teman perjalanannya yang tangguh kendati pernah terjatuh dari jip yang tengah bergerak, terkena air, hingga menggelundung di tangga.

Di Moderna Museet, dunia yang beragam itu digelar dengan penuh intimasi juga ketegangan. Seperti kata Penn, ada sebuah perasaan yang manis dan konstan saat menyaksikkan cahaya Utara masuk ke dalam studio. Iluminasi yang magis. Iluminasi itu yang selalu saya ingat dari Malmö.

Pengunjung pameran mengamati foto potret berbagai tokoh seperti jurnalis-penulis Truman Capote (nomor dua dari kiri, atas) dan sutradara teater dan film Ingmar Bergman (nomor tiga dari kiri, bawah).

Pengunjung pameran mengamati foto potret berbagai tokoh seperti jurnalis-penulis Truman Capote (nomor dua dari kiri, atas) dan sutradara teater dan film Ingmar Bergman (nomor tiga dari kiri, bawah).

Father, Son, and Grandfater (1970/1990) Foto diambil di Moderna Museet.

Father, Son, and Grandfater (1970/1990)
Foto diambil di Moderna Museet.

Hell's Angels (1967)

Hell’s Angels (1967)

Cigarette No 69 (1972)

Cigarette No 69 (1972)

Pameran di Moderna Museet

Pameran di Moderna Museet

Foto Big Brother and the Holding Company (kiri) and The Grateful Dead dari buku Worlds in a Small Room.

Foto Big Brother and the Holding Company (kiri) and The Grateful Dead dari buku Worlds in a Small Room.

Worlds in a Small Room

Worlds in a Small Room

Fishmonger (London/1950) Copyright by Conde Nast Publication Ltd

Fishmonger (London/1950)
Copyright by Conde Nast Publication Ltd

The Tarot Reader (1949/1984)

The Tarot Reader (1949/1984)

Girl Drinking (1949/1983)

Girl Drinking (1949/1983)

Jari Miles Davis

Jari Miles Davis

Anaïs Nin

Anaïs Nin

Nukilan dari Buku Worlds in a Small Room

Nukilan dari Buku Worlds in a Small Room

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s