jatuh

Saya jatuh , lagi. Tubuh dan motor saya lebih dahulu berlabuh di aspal panas sebelum hujan mendarat detik berikutnya.

Saya masih bisa membayangkan momentum itu secara jelas. Saya menurunkan gigi motor dan melambat, jalanan sudah agak basah, motor di depan saya melambat dan mendadak berhenti. Saya sontak menarik rem tangan, dan motor pun kehilangan kendali, kaki saya berjingkat-jingkat mencari pijakan, namun hanya udara kosong yang menyangga. Brakk. Motor terjatuh ke sisi kanan, kaki kanan saya tertimpa dan kelu, sepatu kiri saya terlepas. Oh, sepatu putih saya yang malang. Saya langsung menoleh ke belakang dan barulah saya sadar betapa genting situasi ini. Betapa sepersekian detik bisa jadi kepala saya hancur. Kepala saya persis berjibaku dengan ban mobil di belakang. Ah, betapa semesta menghendaki kepala saya masih terpasang. Oh, kepala saya yang kosong.

Saya meratapi kebodohan saya. Saya meratapi diri karena ini bukan pertama kalinya saya jatuh. Saya meratapi diri karena ini pertama kalinya saya jatuh di Makassar. Di semua kota tempat saya pernah tinggal, saya kerap jatuh. Kerap, karena saya jatuh berkali-kali. Semua tubuh saya seperti monumen luka. Saya meratapi diri kenapa saya selalu jatuh di lubang yang sama.

Saya tahu rasanya tidak berkutik dua bulan akibat kecelakaan. Saya tahu betapa horornya momentum ketika wajah kita bergesekan dengan aspal panas. Saya tahu rasanya ketidakberdayaan akibat kelalaian sendiri. Sungguh, saya merasa bodoh. Sungguh, saya berterimakasih pada semesta yang membuat mobil di belakang  ikut merem lajunya dan tukang becak yang bergegas nyelamatkan saya.

Hari-hari kadang memang menyebalkan dan saya ingin semuanya berakhir, tapi sungguh hari ini justru saya berterima kasih saya masih selamat. Saya langsung meminum es cendol melayu dan gado-gado. Dan, rasanya semua seperti baru pertama kali saya mencicipi dunia.

Sungguh, saya tak mau lagi jatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s