acak

“entah mengapa” mungkin dua kata yang hanya bisa kita ucapkan untuk merespon banyak hal acak yang membahagiakan.

kebahagian acak, kebaikan acak. kau mungkin pernah merasakah salah satunya.

seorang kawan merasa bahagia karena tiba-tiba kawan kuliahnya menyapa lewat jejaring sosial. yang lain bahagia karena mendapatkan buku yang tidak disangka akan dia terima. ada yang girang karena berhasil tidak bersikap sombong dalam satu hari. semuanya datang seperti tanpa sengaja di sebuah waktu yang tak diduga : senja, anggrek, senyum, kopi pahit, jus mangga, donat, link untuk mengunduh lagu, tiket konser, tiket pesawat, perjalanan, kenangan.

ada yang mengatakan kebahagiaan terasa nyata bila dibagi. bagi saya, kebahagiaan sudah hadir seutuhnya ketika menghampiri dirimu. dia serupa air yang mengisi gelas kosong, kau minum isinya, dan dia menghilang tertelan. dia hadir utuh dan menguasai dirimu. ketika kau bahagia, kau bahagia.

pun hari ini, ketika saya menemui bapak nan baik hati yang membiarkan saya menengok koleksi anggrek yang telah ia temukan. dia membiarkan makan siangnya demi menerima saya. dia membuka-buka laptopnya dan menunjukkan beragam anggrek yang dia cari hingga di ujung Sulawesi Selatan. saya melihatnya dengan takjub. bunga-bunga cantik dengan kelopak mengembang dan warna beragam. itu semua anggrek alam yang bahagia dan tumbuh berseri di dalam hutan.

dan, ya saya mengatakan ini : entah mengapa saya merasa bahagia.

ah, sebetulnya saya tahu mengapa saya bahagia.

“bagai embun pagi hari, bunga-bunga segar lagi”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s