cukup

seberapa cukupkah cukup?
kapan kamu merasa cukup makan, cukup mencintai, cukup bekerja, cukup marah, dan cukup segala macam?
orang di sekitar saya mengajarkan agar saya tidak berhenti di kata cukup. kata mereka cukup itu medioker. cukup itu tidak menantang dan orang muda seharusnya tidak berhenti di kata cukup.
aneh, kau aneh dunia.
menjadi cukup rasanya justru paling sulit di dunia.
di tempat ini dunia meminta banyak dari kita. kita meminta banyak pada satu sama lain. makanan, uang, kerja, tenaga, pikiran, perasaan, yang lebih banyak. kita meminta dan kita memberi. kita sama-sama tidak pernah mampu cukup.
berlari terus berlari demi memuaskan yang tidak kasat mata. ah, bukankah dulu kita bisa bahagia dengan yang serbacukup?
dengan uang yang pas-pasan, dengan tawa yang lepas, dengan mimpi yang sederhana. kita merasa cukup dengan apa yang kita punyai.
kita tidak mengikat sesuatu terlalu erat hingga tak perlu kehilangan terlalu berat. kita melangkah seringan peri, dari satu bumi ke bumi lainnya.
saya ingin punya keberanian itu juga untuk mengatakan “cukup” pada ikatan yang saya jalani empat tahun terakhir. cukup karena cukup.
tapi, seberapa cukupkah cukup?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s