nyata

semua tampak sureal akhir-akhir ini. terkadang seperti gumpalan ingus yang mengganggu.
saya memutar lagu ini berulang-ulang. the pains of being pure at heart-young adult friction. pun hari ini ketika saya baru terbangun sore dan biru langit seakan tidak akan pernah luntur. gitar dan drum serasa keluar berhamburan dan semua yang terjadi dua minggu terakhir terhampar bak diorama. saya membakar rokok. smoking kills suckass! ahya, pekan lalu saya menerjemahkan sebuah artikel soal bahaya merokok sehabis bangun tidur. oke, artinya saya akan mati. who’s not? oke. gitar dan drum berhamburan dan langit dari jendela kamar saya di lantai dua cantik sekali. saya bisa mati damai.
lagu ini menyiksa sekali. saya jadi ingin melompat riang ke sana ke mari. serasa saya baru disuntik serum semangat yang berlebihan. semua mimpi-mimpi jadi punya sayap. mereka menempel di semua membran sel. seperti saya bisa mendadak ikut tes IELTS dengan nilai 7,5 lalu melahap ratusan buku, mengisi form beasiswa, dan saya akan terbangun di Aarhus, di samping pria dengan wajah bak Brad Pitt dan perut sekencang Yesus. haha. itu saya colong dari sebuah film.
hati saya sesak dan kepala saya penuh, tetapi saya tidak tahu mau berbuat apa. harihari yang penuh, berlari seperti serombongan bison. mereka mengejar saya dari gangga, mamasa, jakarta, dan kini mengikuti hingga lubang kepala. hey, kamu siapa? apakah ini semua nyata? kalian semua datang meminta saya jadi ini itu yang ada di kepala kalian. hey, saya tidak pernah meminta. saya ingin berlarilari dengan semua rahasia. rahasia tentang kamukamu semua yang membikin kepala saya bertanduk. ya, itu semacam memori atau rindu atau melankolia yang berusaha menggapai-gapai kamu yang tak mampu saya gapai. ah, apakah saya berhasil mencuri mimpimu? ya, ya, ya itu saya yang datang bak rusa yang berlarian mengelilingi kamarmu untuk menengok kamu. kamu sebenarbenarnya adalah kamu yang sendirian di dalam kamar, dengan sedikit rindu, sedikit mimpi, sedikit asa yang kamu patahkan sendiri berkalikali. dan saya ingin mengunjungimu di sana, di ruang antara yang kamu sembunyikan, di tempat saya datang tak sengaja dan memintal semua rahasia.ya, buka pintumu sedikit saja, biarkan saya melompat di semesta tandatanda. saya minta sedikit saja, sebelum saya mematahkan semua mimpimimpi saya sendiri.
hey, lagunya berakhir di menit empat detik ke-enam.
don’t check me out.don’t check me out.don’t check me out.
mungkin sayalah yang butuh toffee dan vicodin. menunggu kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s