sketsa

hujan jelang maret yang paripurna

si kecil berpayung merah bercanda di tepian. lelaki beruban mengolah dua jenis penganan. detik tertambat di pelabuhan. mudamudi terdiam bergenggaman.

splash. air kecoklatan digilas kendaraan. ingin rasanya meluapkan sumpahserapah tak berkesudahan. tapi apa guna mengumpat, kendaraan telah melaju dan hujan terus memburu.

kaki pun melangkah ke toko tua. memberi kepala ruang jeda. melayani tenggorokan yang dahaga.

ini kursi entah keberapa yang menampung sunyi. hujan kali ini kupilih menanti, berteman sepiring imaji dan segelas tekateki. sementara, kau terhampar samar di lautan, menarinari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s