hujan

god is in the rain, kata V, yang diperankan Natalie Portman nan cantik di film V for Vendetta.

dan tuhan sedang turun dengan asiknya sepanjang hari di Makassar. dia merangsek ke celana jins, merembesi sepatu bot, membuat buram kacamata. begitu kosmopolit.

bulir hujan kadang begitu melankolis, saat menetes di kaca jendela, dan matamu nyalang menatap jalanan.

bulir hujan tampak begitu naif, menampung kaki telanjang bocah-bocah yang kegirangan.

bulir hujan menebar ketakutan bagi petani yang menunggu panen empat bulanan.

bagi saya hujan selalu memunculkan tanya : menunggu atau menembus?

menunggu bisa jadi menyenangkan. tidak basah kuyup sembari mengamati serpih-serpih tuhan menghujami bumi.

menembus hujan jelas baju akan basah, walaupun sudah pakai jas hujan yang menjuntai hingga ke tanah. hujan  selalu mampu melihat celah-celah yang merekah.

saya adalah orang yang menembus hujan. pun di siang yang sial ini, hujan datang tanpa kompromi.  sedari pagi hingga senja, tak putus-putus dia menggoda.

dengan gembira saya menembusnya, mencumbu bulir-bulirnya, berdansa di dalamnya. ada ekstase antara kesedihan dan kelegaan di dalamnya, seperti berhasil mengumpulkan semua bagian diri menjadi satu.

seperti mengetahui bahwa hujan akan membasahi, mengundang flu, membuat licin jalan, membuat got mampat dan cucian tak kering, tetapi semua tak mengapa. semua yang akan tiba tidaklah mengapa. dia tidak menyakiti.

ah ya, tuhan mungkin ada di dalam hujan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s